Nyeri Tumit Kronis

Terdapat dua jenis nyeri tumit. Pertama adalah nyeri pada “sole” kaki, di tumit (Plantar Heel Pain) dan kedua adalah pada tendon Achilles (Posterior Heel Pain).

“Plantar” merujuk pada “sole” dan Plantar Heel Pain biasanya dirasakan di daerah tumit. Kondisi yang sering ditemui adalah Plantar Fasciitis, juga sering disebut sebagai Heel Spur Syndrome karena adanya spur tulang pada daerah ini.

Biasanya nyeri terjadi secara spontan tanpa adanya cedera serius, namun seringkali dikaitkan dengan aktivitas berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Nyeri dirasakan lebih buruk di pagi hari saat pertama kali menapakkan kaki di lantai. Pada tahap awal, nyeri akan hilang setelah beberapa saat. Kondisi ini lebih umum pada penderita dengan kelebihan berat badan atau terlalu lama menggunakan kakinya. Selain itu, telapak kaki datar lebih sering terkena dibandingkan telapak kaki melengkung. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan penyakit pirai atau Inflammatory Arthritis seperti pada Ankylosing Spondylitis (AS).

Kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit pada tumit harus dieksklusi. Kondisi yang dimaksud termasuk fraktur pada tulang tumit dan kelainan syaraf seperti Tarsal Tunnel Syndrome. Pada Tarsal Tunnel Syndrome, sakit pada tumit disebabkan karena syaraf yang tertekan sepanjang pergelangan kaki.

Pada Plantar fascitis, terapi utama yang harus dilakukan adalah mengurangi aktivitas mengangkat beban berat serta menggunakan sepatu dengan bantalan. Pada sebagian besar kasus dengan telapak kaki datar atau melengkung, peregangan pada Achilles Tendon dapat mengurangi gejala. Pemeriksaan X-ray dibutuhkan untuk mengeksklusi kondisi lain seperti fraktur. Pada pemeriksaan X-ray dapat terlihat gambaran heel spur, namun tidak seperti yang diyakini di masyarakat, heel spur tidak menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini hanyalah reaksi dari jaringan yang meradang dan menunjukkan bahwa peradangan telah terjadi dalam waktu yang cukup lama.  Pembuangan spur ini tidak dapat menghilangkan masalah. Terapi lanjutan dapat dilakukan seperti injeksi steroid, Extra Corporeal Shockwave Therapy (serupa dengan teknologi yang digunakan dalam menghancurkan batu ginjal) serta bedah.

Posterior Heel Pain adalah kelainan yang berbeda, sakit dirasakan pada Achilles tendon atau di daerah insersi tendon pada tulang tumit (Enthsiopati). Kelainan ini sering terlihat sebagai pembengkakan tulang pada bagian belakang tumit (pembentukan heel spur, “pump bump”)

Kondisi Achilles ini lebih sering terjadi pada penderita aktif seperti pelari atau penyuka olahraga lompat. Masalah utamanya adalah kaku pada betis. Faktor pemicu lainnya adalah telapak kaki yang terlalu melengkung, dimana bagian belakang tulang tumit mengalami protrusi pada insersi tendon. Pada beberapa kasus, kelainan ini dapat terjadi akibat tulang tumit yang terlalu menonjol (Haglund Deformity) yang juga mengalami protrusi pada tendon.

Terapi non operatif yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan peregangan, fisioterapi, serta mengurangi aktivitas. Sedikit peninggian pada tumit juga dapat mengurangi tekanan pada tendon. Pemeriksaan radiografis (USG atau MRI) dilakukan untuk mengidentifikasi adanya sobekan yang bersifat degeneratif. Pada Plantar Fascitis, Shockwave Therapy juga dapat dilakukan. Hal yang paling penting diingat adalah injeksi steroid sebaiknya dihindari pada daerah ini karena dapat menyebabkan Achilles Tendon pecah.

Terapi bedah meliputi eksisi endoskopik pada tulang yang menonjol (Haglund Deformity). Terapi bedah ini adalah terapi bedah sederhana tipe lubang kunci (Keyhole). Selain itu dapat dilakukan transfer tendon serta pemanjangan betis yang merupakan prosedur bedah terbuka.

Heel spurs prominen dan Haglund Deformity pada penderita Chronic Achilles Enthesiopathy Telapak kaki datar
Telapak kaki sangat melengkung

Nyeri Kronis Achilles

Sakit dirasakan pada Achilles tendon atau di daerah insersi tendon pada tulang tumit (Enthsiopati). Kelainan ini sering terlihat sebagai pembengkakan tulang pada bagian belakang tumit (pembentukan heel spur, “pump bump”).

Kondisi Achilles ini lebih sering terjadi pada penderita aktif seperti pelari atau penyuka olahraga lompat. Masalah utamanya adalah kaku pada betis. Faktor pemicu lainnya adalah telapak kaki yang terlalu melengkung, dimana bagian belakang tulang tumit mengalami protrusi pada insersi tendon. Pada beberapa kasus, kelainan ini dapat terjadi akibat tulang tumit yang terlalu menonjol (Haglund Deformity) yang juga mengalami protrusi pada tendon.

Terapi non operatif yang dapat dilakukan adalah dengna melakukan peregangan, fisioterapi, mengurangi aktivitas. Sedikit peninggian pada tumit juga dapat mengurangi tekanan pada tendon. Pemeriksaan radiografis (USG atau MRI) dilakukan untuk mengidentifikasi adanya sobekan yang bersifat degeneratif.

Terapi bedah meliputi eksisi endoskopik pada tulang yang menonjol (Haglund Deformity). Terapi bedah ini adalah terapi bedah sederhana tipe lubang kunci (Keyhole). Selain itu dapat dilakukan transfer tendon serta pemanjangan betis yang merupakan prosedur bedah terbuka.

Heel spurs prominen dan Haglund Deformity pada penderita Chronic Achilles Enthesiopathy