Gejala terjepit dan kelainan rotator cuff

Kelainan Rotator Cuff meliputi berbagai kelainan, seperti Tendonitis, hingga sobekan sebagian, sobekan menyeluruh dan bentuk arthritis khusus yang dikenal sebagai Cuff Tear Arthropathy. Penyebab rotator cuff seringkali serupa dengan Frozen Shoulder (Bahu Kaku). Pada penderita lain, kondisi ini terjadi akibat cedera seperti terjatuh atau penggunaan yang berlebihan. Gejalanya sedikit berbeda, dimana sakit semakin buruk apabila digerakkan.

Rotator cuff adalah sekelompok otot, yang mengelilingi kapsul bahu. Otot yang paling sering terlibat adalah Supraspinatus (lihat gambar 1-3). Terapi tergantung pada gejala, ukuran sobekan dan sebagainya.

Sebagai contoh, apabila gejala hanya berupa nyeri di daerah bususr (sindrom terjepit) dan dari pemeriksaan scan tidak terdapat sobekan, terapi non operatif biasanya berhasil. Terapi yang dimaksud ini adalah program peregangan, istirahat, medikasi anti radang atau bahkan injeksi steroid. Apabila dibutuhkan terapi bedah, biasanya hanya berupa bedah Arthroskopik sederhana dimana beberapa bagian tulang dibuang untuk mengurangi friksi dan gesekan pada rotator cuff dari tulang yang berdekatan.

Di sisi lain apabila terdapat sobekan menyeluruh (Gambar 1-2), gejalanya biasanya berupa lemah dan nyeri pada saat melakukan gerakan di atas kepala. Pada kasus ini dapat dilakukan perbaikan dengan bedah pada tendon supraspinatus yang sobek. Injeksi steroid tidak disarankan pada kasus ini karena hanya dapat menutupi gejala dan mengganggu hasil dari terapi bedah.